PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DI BELANDA

1. Realisme pada buku-buku teks pada tahun 1980-1990

Pada periode tahun 1980-1990, terjadi sebuah revolusi pendidikan matematika di Belanda. Di Belanda, terdapat dua macam buku teks matematika yang dipakai yaitu buku teks mekanistik dan buku teks realistik. Pada tahun 1980, pendistribusian buku teks matematika di sekolah-sekolah dasar terdapat 95% buku teks mekanistik dan hanya 5% buku teks realistik. Tetapi, pada tahun 1990 keadaan berubah, penjualan buku teks realistik tidak kurang dari 75%.

Apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan buku teks yang digunakan di sekolah dasar tersebut?. Perubahan tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

Pertama : dalam buku tersebut dijelaskan petunjuk dalam mempelajari matematika, freudental menunjukkan suatu jalan atau cara baru dalam mempelajari matematika. Freudental adalah penemu pendidikan matematika realistik. Matematika secara formalistik, ditunjukkan secara realita. Realismenya diwarnai dengan idealismenya. Idenya mengutamakan konteks pokok. Penyempurnaan matematika berangkat dari realita, proses pembelajaran individual di ubah menekankan pada petingnya bekerja sama dalam kelompok.

Berdasarkan konsep mekanistik, sangat tidak cocok untuk meminta siswa kelas 1, 2, 3 yang berumur sampai dengan 10 tahun. Karena perhitungan aritmetika diatas 1000 tidak cocok untuk anak sampai kelas 10. berikut contoh aritmetika kolom:

Menurut cara pehitungannya tidak ada hubungannya yang dibuat dengan umur siswa terssebut , penyelesaiaannya adalah pendekatan realistis yang tepat untuk penilaian dan memotivasi dalam memperkenalkan permasalahan tersebut.

Kedua : adanya perkembangan kelompok “wiskobas” dalam IOWO yang berpengaruh positif terhadap pembelajaran matematika, yang dinamakan instruksi realistik matematika.

Ketiga : adanya fakta sederhana yang berupa ide, alasan dan pembuktian wiskobas.

2. Buku Teks berbasis realistik untuk kurikulum nasional belanda.

Di Belanda perkembangan kurikulum dan buku teks tidak secara langsung, satu dengan yang lain disesuaikan terutama melaluiinfrastuktur informal melalui jalan formal dalam system pelengkap pendidikan. Dan faktanya bahwa kemungkinan dibuktikan oleh empat faktor yaitu :

1. Pertentangan secara bertahap dari pengaruh matematika yang baru.

2. Secepatnya untuk menawarkan sebuah alternatif

3. Pencapaian konsep pendidikan realistik untuk matematika sebagai sebuah aktivitas manusia.

4. Perhatian yang diplih dalam infrastruktur informal pada area petunjuk matematis di sekolah dasar

Dari sebuah penelitian pada tahun 1987 menunjukkan bahwa diberbagai daerah buku teks realistik beredar 20% lebih banyak dari pada buku teks penilaian. Berdasarkan hasil belajar, terjadi perbedaan antara metode realistik dengan metode mekanistik. Sebuah perubahan besar sangat diperlukan dibandingkan dengan mengubah atau mengganti buku teks.

Contoh : Adanya perubahan pemasaran buku teks, yang memberika informasi kepada orang tua dan guru seperti acara pada program TV pendidikan.

Untungnya pemerintah belanda mengambil kesempatan ini dengan mengadakan pelatihan pelayanan Matematika Realistik, hal ini dirancang terutama untuk anak-anak yang mempunyai masalah aritmetika pada pendidikan matematika biasa. Lihat perkembangan yang dipunyai dalam area pelatihan guru (Paba) sebagai contoh sebuah latihan pelayanan untuk guru-guru baru. Yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika, yang didukung dengan pendekatan nasional di Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: