LATAR BELAKANG DIDAKTIKAL PROGRAM PENDIDIKAN MATEMATIKA UNTUK PENDIDIKAN DASAR

Garis besar dalam kontibusi ini adalah teori pembelajaran matematika sekolah dasar yang dikembangkan di Belanda periode 1970 – 1990. garis besar dalam tiga petunjuk dalam pendidikan matematika yang masih dibahas yaitu menetapkan kesan matematika di Internasional. Menetapkannya bukan hanya dengan berlatih melainkan juga psikologi dan gambarannya. Pengembangan penelitian yang dilakukan oleh IOWO (10 tahun) dan OW & OC (10 tahun), banyak manfaatnya untuk pendidikan. Pada tahun 1991 kira-kira ¾ SMA menggunakan buku matematika realistik yang menuntut untuk berlatih.

Kerangka kerja pembelajaran teori RME

Kerangka kerja pembelajaran RME pada pembagian aritmatika. Sebuah pelajaran realistik untuk “pembagian cara panjang” dimulai dari contoh berikut :

Sebuah perguruan tinggi A melakukan pertemuan dengan wali murid yang dihadiri oleh 81 orang. 6 orang dapat duduk pada 1 meja. Berapa banyak meja yang diperlukan?

Cara menjawab yang dilakukan oleh 17 orang siswa kelas tiga sbb :

7 orang siswa melakukan penambahan berulang ‘6+6+6…’ atau 6,12,18,…’ atau melakukan perkalian dengan meja 1×6, 2×6, 3×6,…’

6 orang melakukan perhitungan aritmatika lebih pendek, pertama mereka melakukan 10×6,

Satu orang mengetahui 6×6 = 36, dua kalinya, 12×6 = 72 dan menambahkan 2 meja selebihnya.

3 orang siswa lainnya tidak menjawab

Pembelajaran matematika realistik mempunyai beberapa prinsif sebagai berikut:

  1. Gagasan
  2. Level dan Model
  3. Pengayaan dan Tugas
  4. Konteks dan interaksi sosial
  5. Berstruktur
  6. Struktur prinsip belajar – instruksi

Empat Petunjuk dalam Pend. Matematika

1. Pendekatan Empiris untuk pembagian

Kita bisa meringkas tentang pendekatan empiris karena pada umumnya tidak dipelajari kecuali hanya untuk metode aritmatika informal.

2. Pendekatan Mekanis untuk pembagian

Metode pembagian terdiri dari pelatihan. Dalam pembelajaran algoritma pembagian dilatih dengan meningkatkan kemampuan secara lengkap, dari yang sederhana menuju hal yang lebih rumit

3. Pendekatan struktur pembagian

Dalam pengajaran struktural pembagian menggunakan sistem nilai. Metode ini sangat stuktural dan alami. Singkatnya, prosedur ini berkaitan dengan masalah aplikasi. Dan dipakai untuk masalah otobis. Dalam kenyataannya sistematika objek algoritma tidak mengejar cara, tapi pengembangan kontekstual masalah dan membatasi kontes aritmatika.

0

o

0

o

3

7

8

2

6

6

1

8

1

8

0

4. Struktur Pembelajaran – Interuksi

Empiristik seperti model, sebagai hasil transisi dari konkrit untuk lebih menuju masalah kontekstual, dan hasilnya akan didiskusikan lebih lanjut. Dalm pendekatan mekanis terjadi perbedaan yang hampir serupa yaitu :

Belajar bukan hanya suatu interuksi kebaikan, melainkan sebagai reproduksi

Tidak ada level/tingkat yang dibedakan dalam proses belajar

Tidak ada perhatian adalah keinginan untuk refleksi

Interuksi untuk individual

Metode pengajaran tidak saling mendukung

Ringkasan dan Generalisasi

Empat petunjuk dalam pendidikan matematika dapat dibedakan dalam presentasi berikut :

Horizontal

Vertikal

Mekanis

Empiris

Struktur

Realistik

+

+

+

+

Matematika horizontal adalah model situasi masalah yang bisa diartikan dalam matematika.

Matematika vertikal adalah petunjuk dan langsung pembangunan dan ekspansi pendidikan dan kemampuan tanpa sistem subjek dan simbol.

Empat petunjuk pembelajaran matematika

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

Formal

Konteks Informal

Empiris

Realistik

Mekanis

Struktural

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

Contoh-Contoh Pembelajaran Realistik Dengan Titik Berat pada Matematika Vertikal

Penggambaran dari struktur pembelajaran realistik di sekolah dasar sbb :

1. Penghitungan

Ada beberapa bentuk dan fungsi penghitungan :

Penghitungan akustik

Penghitungan sinkronisasi

Penghitungan hasil, jumlah dan bagi

Penghitungan singkat

2. Ingatan

Melalui dadu banyak anak yang dapat mengingat penjumlahan, pembagian.

3. Tambah dan Kurang

4. Kali dan Bagi

Metode pembelajaran tabel ada dua, yaitu : reproduksi dan rekonstruksi

5. Aritmatika Mental

Karakteristik aritmatika mental adalah dioperasikan dengan nilai.

6. Aritmatika Kolom

Karakteristik aritmatika kolom adalah individual digit

7. Perbandingan

Karakteristik istimewa dari perbandingan adalah terdapat tiga aturan dalam pengerjaannya ( a . b : c = ? ? ).

8. Pecahan

Ketentuan utama dari pecahan adalah adanya nilai ganda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: